Spesifikasi Sony A7C, Kamera Mirrorless Full-frame Terkecil dan Teringan di Dunia Review Kamera Terbaru Terbaik Dan Murah - KameraDigital.Co.id
KameraDigital.Co.id

Spesifikasi Sony A7C, Kamera Mirrorless Full-frame Terkecil dan Teringan di Dunia

Tuesday, September 1st, 2020 | Kamera digital, Mirrorless, Sony

KameraDigital.Co.Id – Spesifikasi Sony A7C, Kamera Mirrorless Full-frame Terkecil dan Teringan di Dunia, Kabar burung tentang perusahaan raksasa Sony sedang mempersiapkan kamera mirrorless baru dengan ukuran terkecil dan teringan di dunia terbukti memang benar. Sony memang terus melakukan inovasi untuk pengembangan kamera mirrorless dengan sensor full frame.

Produk teranyarnya, Sony a7C, kini hadir dengan desain yang paling ringkas diantara semua kamera mirrorless full frame Sony. Pabrikan itu baru saja memperkenalkan A7C, produk yang diklaim sebagai kamera full frame terkecil dan teringan di dunia.

Sony A7C dibuat dari konsep A7 III dengan desain bodi gaya kamera rangefinder seperti A6000, dengan layar LCD lipat articulated dan sensor shift stabilizer 5 axis yang akan disukai konten kreator seperti travel vlogger.

Desain Bodi Sony A7C memang sangat mungil untuk ukuran kamera bersensor full-frame. Dimensi fisiknya sebesar 124mm x 71,1mm x 59,7mm, dengan berat bersih hanya 509 gram atau cuma 1 persen lebih berat sedikit dibanding i Sony A6600 yang punya sensor APS-C.

Spesifikasi Sony A7C

Desain

Desain Sony a7C hadir seperti mengadopsi rancangan desain Sony a6600. Dimensinya hanya seukuran 124.0mm x 71.1mm x 59.7mm dengan berat sekitar 509 gram. Desain ringkas dan ringan ini sangat cocok dan disukai para konten creator khususnya travel vlogger dan Kamu yang gemar membuat konten di luar ruangan.

Spesifikasi Sony A7C

Sony A7C cocok untuk Travel Vlogger

Dari segi bobot Sony a7C memang masih lebih berat jika dibandingkan dengan Sigma Fp yang menjadi juara di kategori kamera mirrorless full frame paling ringkas dan ringan di dunia. Namun Sony a7C dilengkapi dengan fitur IBIS (In-Body Image Stabilization) langsung di bodinya, sehingga Sony a7C pun berhasil menyalip Sigma Fp dan kamera dari pabrikan lain. Alhasil Sony a7C menyandang predikat kamera mirrorless paling ringkas dan ringan di dunia yang dilengkapi dengan fitur IBIS.

Sensor

Meskipun tampil dengan body bergaya rangefinder dengan Electronic Viewfinder (2,36M piksel) diletakkan di pojok kiri atas, Sony A7C mempunyai sensornya dengan ukuran lebih besar yaitu Sensor gambar full-frame dengan resolusi 24 MP (BSI CMOS) dan juga dibekali dengan peredam goyangan atau IBIS (In-Body Image Stabilizer) dengan tingkat kompensasi yang diklaim mencapai 5-stop.

Sensor tersebut dipasangkan dengan prosesor gambar Bionz X, dengan tingkat sensitivitas mencapai ISO 51.200. Sony A7C memang tidak punya front dial, tapi diganti dengan dial exposure compensation di bagian pojok kanan atas, berdekatan dengan tombol record untuk merekam video dan mode dial.

Layar

Kamera anyar Sony ini juga dibekali dengan layar sentuh LCD berukuran 3 inci dengan engsel fully articulated yang membuat layar Sony A7C ini bisa diputar ke segala arah, termasuk menghadap ke depan.

Perekaman Video

Dari sisi kemampuan perekaman video, Sony A7C dibekali dengan resolusi 4K 30 fps (8-bit) atau 1080p 120 fps, keduanya dengan bit rate 100 Mbps.

Untuk memanjakan para travel vlogger, kamera Sony A7C ini juga dilengkapi dengan konektor input untuk mikrofon, output untuk headphone, USB tipe-C untuk charging baterai dan transfer data, serta WiFi.

Sony A7C

Sony A7C dibekali dengan resolusi 4K 30 fps

Untuk daya tahannya Sony A7C diperkuat dengan baterai tipe NP-FZ100 dengan ketahanan sampai 740 jepretan jika dipakai dengan LCD dan 640 jepretan dengan EVF, atau dapat digunakan sampai 225 menit perekaman video.

Sony A7C memiliki burst speed maksimal 10 fps. Sedangkan sistem autofokusnya mengandalkan 693 titik phase detect dengan algoritma yang sama dengan milik kamera A7S Mark III. Sony A7C ini juga dibekali realtime Eye AF untuk manusia maupun hewan.

Spesifikasi Sony A7C

  • Resolusi 24 megapixel
  • Sensor BSI-CMOS EXMOR 35mm Full Frame
  • Prosesor BIONZ X
  • ISO ISO 100-25600(bisa diekspansi hingga ISO 204800)
  • Autofocus
  • Contrast Detect (sensor), Phase Detect, Multi-area, Center, Selective single-point, Single, Continuous, Face Detection, Live View
  • Lensa Sony E-mount
  • Layar Tilting 3-inci 921.000 titik.
  • Viewfinder OLED Tru-finder, 2.359.296 titik
  • Continuos Shoot 10 fps
  • Video 3840 x 2160 (30p, 25p, 24p), 1920 x 1080 (60p, 60i, 24p), 1440 x 1080 (30p), 640 x 480 (30p)
  • Kartu Memori 1 slot SDHC/SDXC
  • Konektivitas USB-C, HDMI, WiFi, NFC
  • Dimensi 124.0mm x 71.1mm x 59.7mm
  • Bobot 509 gram

Harga dan Ketersediaan

Menurut rencana Sony A7C akan mulai tersedia di bulan Oktober 2020. Sony berencana melepas kamera anyarnya ini dengan harga:

  1. Versi Body Only dengan harga 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 26,7 juta
  2. Versi kit dengan lensa collapsible FE 28-60mm f/4-5.6 seharga 2.100 dollar AS atau sekitar Rp 31,1 juta

Perlu Kamu ketahui, Lensa di versi ke dua merupakan produk baru yang didesain khusus dengan ringkas dan ringan sehingga sangat cocok sebagai pendamping kamera A7C.

Untuk saat ini kamera Sony A7C boleh lah dibilang sebagai kamera full frame dengan sensor shift stabilizer terkecil yang sangat cocok buat Kamu yang suka travel sambil merekam video atau membuat konten di luar ruangan.

So, itulah sedikit review tentang kamera Spesifikasi Sony A7C, semoga dapat membantu Kamu jika memutuskan membeli kamera ini.

Spesifikasi Sony A7C, Kamera Mirrorless Full-frame Terkecil dan Teringan di Dunia | Rafli Fadila Halim | 4.8
Loading...
data-matched-content-ui-type="image_sidebyside" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"

Leave a Reply