Sigma Luncurkan Sigma FP, Kamera Mirrorless Full-Frame Terkecil di Dunia Review Kamera Terbaru Terbaik Dan Murah - KameraDigital.Co.id
KameraDigital.Co.id

Sigma Luncurkan Sigma FP, Kamera Mirrorless Full-Frame Terkecil di Dunia

Wednesday, July 24th, 2019 | Mirrorless, Sigma

KameraDigital.Co.Id, Sigma Luncurkan Sigma fp, Kamera Mirrorless Full-Frame Terkecil di Dunia – Perusahaan kamera asal Jepang, Sigma Corporation, baru saja merilis kamera mirrorless terbarunya pada Kamis, 11 Juli 2019 kemarin. Kamera digital dengan model full frame tersebut diberi nama Sigma fp, dan dengan bobot yang hanya 370 gram, kamera ini diklaim menjadi kamera mirrorless full-frame terkecil dan teringan di dunia.

Sigma fp menggunakan lensa L-mount kepunyaan Leica sebagai bagian dari kerjasama strategis ‘L-mount Alliance’ yang mengikat Leica, Panasonic, dan Sigma. Sensor yang digunakan adalah produksi Bayer, sekalipun Sigma sendiri memiliki perusahaan desain sensor Foveon. Sigma fp digadang-gadang akan jadi kamera full frame pertama di dunia yang bisa dikantongi di dalam saku.

Spesifikasi

Sigma FP

Sigma FP Simple dan Mudah digunakan

Meskipun belum resmi dilepas ke pasaran, namun pengguna diberi kesempatan oleh Sigma untuk mengintip seberapa kerennya kamera full frame terbaru mereka ini. Berikut spesifikasi lengkap Sigma fp sebagaimana yang dijelaskan Sigma dalam press release-nya.

Sensor Gambar:                                Full-frame (35.9mm × 23.9mm) Sensor CMOS Bayer

Piksel efektif kamera:                     24,6MP (6.072 × 4.056)

Sistem filter warna:                         Filter warna primer RGB

Lens Mount:                                       L-Mount

Media Penyimpanan:                     Kartu memori SD / SDHC / SDXC (support UHS-II)

Rasio Aspek Gambar:                     21: 9, 16: 9, 3: 2, 2: 1, 4: 3, 7: 6, 1: 1

Ruang Warna:                                    sRGB / Adobe RGB

Format Perekaman Film:               CinemaDNG (8bit / 10bit / 12bit) / MOV: H.264 (ALL-I / GOP)

Format Audio:                                   Linear PCM (2ch 48kHz / 16bit)

Piksel perekaman:                           UHD 4K (3.840×2.160), FHD (1.920×1.080)

Format Audio:                                   Linear PCM (2ch 48kHz / 16bit)

Piksel perekaman:                           UHD 4K (3.840×2.160), FHD (1.920×1.080)

Fokus:                                                   Sistem deteksi kontras, AF Tunggal, AF Berlanjut, Fokus Manual

Mode AF:                                            Otomatis, AF Deteksi Wajah / Mata, AF Pelacakan

Sensitivitas ISO:                                100-25600

Sistem Stabilisasi Gambar:           Sistem elektronik

Jenis Rana:                                          Rana elektronik, 30 hingga 1 / 8.000 detik, Bulb

Pemotretan beruntun:                  HI: 18 fps (12 shoot), MED: 5 fps (12 shoot), LO: 3 fps (24 shoot)

Monitor:                                              Monitor LCD berwarna TFT Aspect Ratio 3:2, 3,15 inchi

Kira-kira 2.100.000 titik

Antarmuka:                                        Terminal Rilis USB 3.1 GEN1 Tipe C, HDMI Tipe D (Ver.1.4)

Baterai Li-ion:                                    BP-51

Dimensi / Berat:                               112,6 x 69,9 x 45,3mm, 422g (body+baterai), 370g (body-only)

Bodi dan Fitur Sigma fp

Dengan memproduksi kamera full frame yang mudah dibawa-bawa, Sigma seperti ingin mendobrak stigma bahwa kamera mirrorless harus berukuran bongsor untuk mempertahankan wibawanya. Sigma fp akan menjadi kamera pertama yang mengutamakan fungsi dan keunggulan, bukan terkotak-kotakkan oleh kategori kamera pocket/compact, prosumer, dan DSLR.

Sigma fp menggunakan sensor full frame CMOS 24,6 MP besutan Bayer, sama seperti yang digunakan oleh Sony a7 III, Nikon Z6, Panasonic Lumix DC-S1. Lensa yang dipakai adalah lensa L-mount 45mm F2.8 yang merupakan buah kerjasama ‘L-mount Alliance’. Berbarengan saat Sigma fp diumumkan, perusahaan Sigma juga melepas tiga lensa L-mount ke pasaran, masing-masing adalah Sigma 14-24mm F2.8 DG DN, Sigma 35mm F1.2 DG DN, dan Sigma 45mm F2.8 DG DN. Ketiganya cocok dipasangkan dengan Sigma fp.

Tombol Sigma FP

Tombol Sigma FP simple dan mudah digunakan

Yang keren dari Sigma fp adalah adanya teknologi Cinemagraphs, yaitu teknologi membuat animasi GIF pada sebagian gambar sedangkan sebagian lainnya tetap gambar diam. Sigma fp merupakan kamera pertama di dunia yang mengadopsi teknologi tersebut. Kamera ini juga menyertakan mode warna ‘Teal dan Orange’ yang tidak biasa yang dirancang untuk meniru tampilan yang menjadi populer di film-film Hollywood.

Sigma fp tidak memiliki stabilisasi dalam body seperti yang ada pada Nikon, Sony A7 dan A9, serta Panasonic Lumix S1 dan S1R. Namun, Sigma fp menawarkan image stabilization (penstabil gambar) digital. Pada fotografi diam, digital stabilization ini tidak terlalu berpengaruh. Namun dalam videografi, penstabil gambar digital berperan besar dalam mengoreksi goncangan saat merekam dalam posisi genggam.

Ada lagi fitur Auto HDR yang yang memanfaatkan shutter elektronik untuk mengambil 2-3 gambar dengan tingkat pencahayaan yang berbeda, lalu kamera akan menggabungnya menjadi satu gambar secara otomatis. Fitur seperti ini termasuk terobosan baru dalam kamera digital, khususnya yang masih menggunakan teknologi konvensional.

Performa Fotografi Sigma fp

Tentu belum banyak yang bisa menjelaskan kemampuan fotografi Sigma fp secara pasti karena kamera ini belum resmi dilepas ke pasaran. Namun, Sigma Corporation telah mengiming-imingi calon pembeli dengan sederet kemampuan keren yang disebut-sebut akan dimiliki Sigma fp.

Autofokus yang dibenamkan pada Sigma fp adalah Autofocus kontras. Hal ini cukup menimbulkan pertanyaan ketika kamera-kamera lain di kelas yang sama sudah beralih ke Autofocus hybrid on sensor. Autofocus kontras biasanya bekerja dengan baik pada kamera dengan sensor dan lensa kecil, bukan pada model full frame. Sekalipun demikian, Panasonic telah membuktikan bahwa Autofocus kontras pun bisa bekerja dengan sempurna pada kamera full frame Lumix DC-S1 dan S1R.

Besar kemungkinan, Autofokus kontras pada Sigma fp akan sangat membantu pada pemotretan dan perekaman biasa, seperti saat perjalanan atau fotografi jurnalistik. Namun, jika menghendaki fotografi indah atau video kelas tinggi, sebaiknya gunakan autofokus manual.

Kamu pasti suka yang ini juga

  1. 6+ List Daftar Rekomendasi Kamera Mirrorless Untuk Pemula
  2. Jajaran Lensa Terbaik untuk Kamera Micro Four Thirds (MFT)

Kamera ini mampu memotret beruntun sampai 12 shoot dengan 18 fps. Sayangnya tidak ada fitur anti-aliasing, padahal, fitur ini menjadi salah satu kunci pada kamera dengan sensor full frame. Fitur deteksi wajah dan mata juga dapat membantu pengambilan gambar meskipun tanpa fitur anti-aliasing dan hanya mengandalkan autofokus kontras.

Sigma fp menghasilkan file JPEG dan DNG Raw. File Raw memiliki fitur kompresi tanpa kehilangan resolusi dan dapat ditangkap dalam definisi 14 atau 12 bit. Sekarang pengguna dapat langsung memproses file Raw di dalam kamera dengan teknologi ‘Fill-Light’ yang dulu eksklusif hanya dimiliki oleh software Sigma Photo Pro.

Video adalah segmen yang paling bisa dibanggakan dari Sigma fp. Kamera ini memungkinkan pengambilan video yang diproses MOV dengan kompresi Long GOP atau ALL-I. Namun yang paling keren adalah kemampuan Sigma fp untuk merekam dan menghasilkan format CinemaDNG Raw. Format ini dapat merekam UHD 4K pada pilihan 29,97p, 25p atau 23,87p hingga 119,88p. Perekaman CinemaDNG dapat diambil secara langsung pada kualitas 8 atau 10 bit dalam mode 30p dan 25p, atau 12 bit pada mode 24p.

Harga Sigma fp

Sigma fp baru akan dijual pada akhir September atau awal Oktober 2019 dengan harga yang masih akan diumumkan. Namun, melihat Sigma fp berada di kelas yang sama dengan Sony RX1 yang dipatok seharga US$ 3.000 (sekitar Rp 42,2 juta), bisa jadi perusahaan yang dipimpin CEO Kazuto Yamaki ini akan melepas Sigma fp di kisaran harga tersebut. Namun, bisa jadi pula Sigma fp akan dibanderol jauh lebih murah dari Sony RX1, misalnya di harga Rp 10-15 juta seperti generasi pendahulunya yang lain di kelas yang sama.

Sigma Luncurkan Sigma FP, Kamera Mirrorless Full-Frame Terkecil di Dunia | Rafli Fadila Halim | 4.8
Loading...
data-matched-content-ui-type="image_sidebyside" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"

Leave a Reply