Review Hasselblad X1D II 50C, Kamera Medium Format Bersensor 50MP Review Kamera Terbaru Terbaik Dan Murah - KameraDigital.Co.id
KameraDigital.Co.id

Review Hasselblad X1D II 50C, Kamera Medium Format Bersensor 50MP

Wednesday, July 24th, 2019 | Hasselblad, Kamera DSLR

KameraDigital.Co.Id, Review Hasselblad X1D II 50C, Kamera Medium Format Bersensor 50MP – Ketika Hasselblad sebagai pionir kamera medium mengumumkan akan merilis produk yang membuka sejarah baru bagi Hasselblad, banyak yang berharap perusahaan asal Swedia itu bakal menelurkan terobosan yang benar-benar mencengangkan. Seperti misalnya, kamera dengan sensor 100MP layaknya perusahaan kamera medium lainnya.

Nyatanya, Hasselblad “hanya” meluncurkan Hasselblad X1D II 50C, sebuah kelanjutan dari Hasselblad X1D 50C yang keluar pada 2016. Namun, produk ini bukannya tidak revolusioner. Saat pertama kali dirilis pada 2016 lalu, Hasselblad X1D 50C menjadi primadona lantaran menjadi satu-satunya kamera medium yang relatif punya gaya dan berbadan kecil. Sebagaimana pendahulunya yang didesain untuk kalangan hobbyist dan enthusiast namun dapat juga dipakai oleh profesional, Hasselblad X1D II 50C sepertinya juga dimaksudkan untuk meneruskan sukses yang demikian.

Dan barangkali karena alasan ini Hasselblad tidak merancang kamera medium dengan sensor 100MP yang menghebohkan, dan lebih memilih meningkatkan desain lama yang nyata diminati pasaran. Jangan lupa pula bahwa Hasselblad sudah punya kamera lain bersensor 100MP, yaitu Hasselblad H6D-100c Medium Format DSLR. Simak terus review Hasselblad X1D II 50C ini.

Spesifikasi Hasselblad X1D II 50C

Hasselblad X1D II 50C mengusung spesifikasi yang lebih mentereng dibanding dengan generasi pertamanya. Berikut spesifikasi selengkapnya.

  • Medium format sensor 44 x 33mm CMOS
  • Aspek rasio 4:3
  • 50 Megapixel
  • ISO 100-25600
  • 36 Electronic viewfinder
  • Autofokus contrast detect
  • Leaf shutter, 1/2000 flash sync speed
  • Dual slot memory card (SD)
  • Video 1080/30p
  • GPS built-in
  • Touchscreen
  • Wifi
  • Battery 3200 maH
  • Made in Swedia

Bodi Hasselblad X1D II 50C

Sepintas tak ada perbedaan sama sekali antara Hasselblad X1D II 50C dengan pendahulunya, Hasselblad X1D 50C. Tata letak tombol juga tidak berubah dari versi lamanya. Pada pelat atas masih terdapat hotshoe yang kompatibel dengan Nikon serta fungsi-fungsi lain yang nyaris identik.

Perbedaan yang cukup terlihat adalah bagian pelat atas dan trim logam yang dulunya berwarna chrome polesan, kini berwarna abu-abu gelap. Bodinya juga terkesan lebih padat dan padu. Selain itu, bentuk pegangan tangan juga sedikit berbeda. Genggaman sedikit lebih miring ke tubuh utama, dan pegangan jari dan ibu jari sedikit lebih terasa, memberikan pegangan yang lebih aman dengan lensa yang lebih panjang. Perbedaanya memang tak terlalu kentara, namun cukup memberikan cengkeraman yang lebih kuat sehingga lebih aman. Selebihnya, tak terlalu banyak perbedaan yang mencolok.

Layar menu utama belum banyak berubah. Beberapa ikon digambar ulang menjadi lebih jelas dan dengan tampilan resolusi yang lebih tinggi, semuanya terlihat sedikit lebih tajam dan bersih. Mengakses menu juga lebih mudah dengan tampilan folder, tak lagi list panjang yang membutuhkan waktu untuk menggulirkan ke bawah. Menu juga bisa diakses melalui viewfinder sehingga lebih memudahkan pengoperasian.

Secara umum kamera ini begitu ringan dan dirancang dengan ergonomis sehingga tidak ada masalah sama sekali dengan guncangan. Menurut para ahli, format medium yang dirupakan dalam kamera yang begitu kecil dan ringan, merupakan prestasi sendiri dalam dunia fotografi.

Performa Hasselblad X1D II 50C

Lensa yang dipasang pada Hasselblad X1D II 50C adalah 35-75mm F3.5-4.5, yang digadang-gadang sebagai lensa zoom pertama untuk sistem X dan menghasilkan kualitas yang melebihi lensa prima. Bobotnya cukup berat di angka 1.115 gram, namun masih seimbang dan nyaman pada bodi kamera. Lensa ini hanya sedikit lebih berat dibanding Nikon 24-70mm F2.8 untuk sistem F. Untuk kelas kamera medium format, lensa ini mampu bekerja dengan sangat baik. Kamera ini juga bisa dipasangkan dengan lensa Leica, meskipun yang terbaik tetap lensa produksi Hasselblad sendiri.

Sensor Hasselblad X1D II 50C memiliki resolusi 50MP

Sensor Hasselblad X1D II 50C memiliki resolusi 50MP

Sensor 50MP yang disematkan pada kamera ini menawarkan pengaturan ISO mulai dari 100 sampai 25.600 dengan cakupan rentang dinamis hingga 14-stop. Prosesor yang ditanamkan di Hasselblad X1D II 50C pun berbeda dari pendahulunya, diklaim mampu menyingkat waktu startup hingga 46% lebih cepat. Prosesor baru ini juga menawarkan shutter lag dan jeda antar foto yang lebih singkat. Kecepatan memotret tanpa berhenti pun turut ditingkatkan sampai 2.7 fps.

Di sektor LCD, Hasselblad membekali kamera ini dengan layar berukuran 3,6 inchi (dari yang semula 3,0 inchi) atau 1024 x 768  pixel. Hasselblad mengklaim X1D II 50C memiliki layar display terbesar di kelasnya, dengan jumlah titiknya mencapai 2,36 juta dot. Tentu saja angka ini jauh mengungguli versi awalnya yang hanya memiliki 920.000 titik. Selain itu, resolusi viewfinder (jendela bidik) juga mengalami peningkatan drastis hingga 3,69 juta dot dengan perbesaran 0,87 kali, serta refresh rate mencapai 60fps.

Foto yang dihasilkan dari kamera Hasselblad X1D II 50C sudah merupakan JPEG resolusi penuh. Teknologi Hasselblad Natural Colour Solution yang dibenamkan pada perangkat lunak kamera ini turut membantu koreksi warna dan kontras yang lebih baik.

Kualitas gambar yang dihasilkan dari kamera ini betul-betul standout. Indah, dalam, dan benar-benar unik untuk kamera medium format. Apalagi jika dipasangkan dengan lensa yang tepat seperti Hasselblad XCD 80mm f / 1.9 dan Hasselblad XCD 35-75mm f / 3.5-4.5.

Sayangnya, autofocus masih menjadi masalah yang perlu dituntaskan. Autofocusnya cukup lamban dan bekerja dengan baik hanya ketika pencahayaannya layak. Sekalipun demikian, hal ini bisa disiasati dengan memainkan aperture menjadi lebih lebar. Untuk memastikan penguncian fokus, karena kamera ini tak memiliki stabilisasi gambar, maka penggunaan tripod bisa dipertimbangkan.

Karena ukuran file mentahnya yang begitu besar hingga mencapai 100MB, perusahaan telah melengkapi kamera ini dengan slot SD card dobel yang telah ditingkatkan ke UHS-II, masing-masing dapat diisi kartu memori hingga 1TB. Juga, disediakan port USB untuk memudahkan perpindahan file ke device lain.

GPS menjadi fitur menarik lain yang ditawarkan Hasselblad X1D II 50C. Dengan fasilitas geo-tagging, mengambil gambar menjadi lebih berkesan eksklusif. Ada lagi perangkat lunak Phocus Mobile 2 yang berfungsi untuk memotret dengan ditambatkan melalui Wi-Fi atau koneksi kabel. File JPG beresolusi tinggi yang dihasilkan dari kamera dapat langsung diimpor dan diedit menggunakan software yang sama. Aplikasi ini telah diuji dengan sempurna pada iPad Pro dan iPad Air 2019. Phocus Mobile 2 juga memungkinkan kontrol kamera dari jarak jauh.

Harga Hasselblad X1D II 50C

Hasselblad X1D II 50C dibanderol lebih murah dibanding generasi pertamanya. Kamera ini dilepas ke pasaran dengan harga US$ 5.750 atau sekitar Rp 82 juta. Masih relatif lebih murah dibanding Hasselblad X1D 50C yang dihargai US$ 8.995 atau setara dengan Rp 127 juta. Jika ingin menambah lensa 45mm f/3.5, Anda boleh merogoh kocek US$ 2.300 (Rp 30 juta) dan US$ 2.700 (Rp 36 juta) untuk lensa 90mm f/3.2.

Demikian Review Hasselblad X1D II 50C, semoga Kamu yang tertarik memiliki Kamera ini bisa terbantu dengan review Hasselblad X1D II 50C yang Kami berikan.

Review Hasselblad X1D II 50C, Kamera Medium Format Bersensor 50MP | Rafli Fadila Halim | 4.8
Loading...
data-matched-content-ui-type="image_sidebyside" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"

Leave a Reply