Review Panasonic Lumix DC-S1, Kamera Mirrorless dengan Teknologi DFD Review Kamera Terbaru Terbaik Dan Murah - KameraDigital.Co.id
KameraDigital.Co.id

Review Panasonic Lumix DC-S1, Kamera Mirrorless dengan Teknologi DFD

Friday, July 5th, 2019 | Kamera digital, Mirrorless, Panasonic

KameraDigital.Co.Id, Review Panasonic Lumix DC-S1, Kamera Mirrorless dengan Teknologi DFD – Panasonic kembali meluncurkan kamera mirrorless dengan sederet fungsi andalan. Diperkenalkan pertama kali pada Februari 2019, Panasonic Lumix DC-S1 menjadi kamera full-frame dengan L-mount body yang bakal membawa pengalaman fotografi ke tingkat yang lebih tinggi.

Panasonic Lumix DC-S1, Kamera Mirrorless dengan Teknologi DFD

Kamera yang dikembangkan oleh Leica ini dibekali dengan sensor sebesar 24,2 MP yang telah didukung kemampuan image-stabilizing (menstabilkan gambar). Sensor ini mampu memotret hingga 9 frame per detik serta merekam 4K/60p video. Mode resolusi tinggi dari kamera ini dapat menghasilkan file mentah hingga 96 MP.

Lumix DC-S1, bersama “kembarannya” Lumix DC-S1R, juga disokong oleh salah satu dari jendela bidik (viewfinder) elektronik beresolusi tertinggi di pasaran, yakni panel OLED 5,7M-dot yang beroperasi pada 120Hz dengan sedikit sekali jeda. Kelebihan lain dari kamera yang juga disupport oleh Sigma ini, yaitu, disematkannya teknologi Depth from Defocus (DFD) yang memungkinkan merekam video dengan ketajaman fokus yang lebih presisi.

Fitur dan Spesifikasi

Ini spesifikasi utama yang disematkan pada Panasonic Lumix DC-S1.

  • Sensor CMOS full-frame 24MP
  • Sistem Auto-Focus dengan teknologi Depth from Defocus (DFD)
  • Sistem ‘Dual IS’
  • Multi-shot 96MP dalam mode high-res
  • 6 fps dengan AF berkelanjutan
  • Jendela bidik elektronik 5.76M-dot
  • LCD layar sentuh 2.1M-dot berengsel ganda
  • UHD 4K / 60p perekaman video (pemangkasan 1.5x); Overload 4K / 30p tanpa pemotongan
  • 10-bit HLG built-in, opsional 4: 2: 2 V-Log
  • Satu XQD dan satu slot kartu SD
  • 380 bidikan / isi menggunakan LCD
  • Pengisian daya USB, termasuk dari pengisi daya laptop / tablet dan powerbank portabel
Fitur dan Spesifikasi Panasonic Lumix DC-S1

Fitur dan Spesifikasi Panasonic Lumix DC-S1

Lensa dan Sensor

Panasonic S series, termasuk Lumix DC-S1, menggunakan L-mount yang dulunya eksklusif untuk kamera mirrorless full-frame dan APS-C format Leica. Saat ini, lensa full-frame Leica disebut ‘SL’, sedangkan lensa APS-C untuk sensor krop disebut sebagai ‘TL’. Tersedia delapan lensa Leica full-frame, yaitu lima lensa prima dan tiga zoom. Bersama Sigma, Panasonic dan Leica membentuk “L-mount Alliance” yang mendukung diproduksinya sebelas lensa prima ‘Art’ yang dapat digunakan bersama.

Panasonic Lumix DC-S1 paling cocok dengan Lensa Leica

Panasonic Lumix DC-S1 paling cocok dengan Lensa Leica

Sensor 24,2 MP yang digunakan oleh Lumix DC-S1 disebut-sebut merupakan sensor terbaru yang dikembangkan oleh Panasonic. Rentang ISO asli pada DC-S1 adalah 100 – 51.200, dengan kemampuan untuk memperluas hingga ke 50-204.800.

Sensor Panasonic Lumix DC-S1

Sensor Panasonic Lumix DC-S1 sudah 24,2 MP

Pada Lumix DC-S1 disematkan fitur stabilisasi gambar yang dapat mengurangi guncangan sampai 5,5 stop. Jika digabung dengan lensa yang juga dilengkapi fitur stabilisasi, pengurangan guncangan bisa ditingkatkan hingga 6 stop. Sensor IS juga membuat kamera ini memiliki focal-length yang lebih panjang.

Algoritma autofocus yang dimiliki Lumix DC-S1 mampu mendeteksi tubuh makhluk hidup sebagai obyek yang akan dibidik. Tidak hanya wajahnya, tetapi juga tubuhnya, bahkan ketika obyek bidikan sedang membelakangi kamera. Lumix DC-S1 juga bisa mendeteksi wajah dan mata secara terus menerus meskipun obyek bidikan selalu bergerak dalam frame.

Body dan Handling

Sekilas, tampilan Lumix DC-S1 tampak padu dengan berbagai tombol yang membuatnya terkesan profesional. Panasonic telah mendesain kamera ini menjadi salah satu kamera mirrorless paling tahan lama di pasaran, yang diperkirakan memiliki daya hidup dua kali lebih lama dibanding kamera lain di entry yang sama.

Bodi Lumix DC-S1 terbuat dari magnesium alloy dengan berat lebih dari 1 kg, membuatnya sedikit lebih berbobot dibanding kamera-kamera lain di kelasnya, seperti Nikon Z6/Z7, Canon EOS R dan Sony a7/a7R III. Ukurannya pun sedikit lebih besar dibanding kamera-kamera tersebut di atas. Namun, tak perlu khawatir, karena di luar badannya yang bongsor, Lumix DC-S1 menyajikan tampilan bodi yang berkesan elegan dan terjamin kekokohannya. Fitur-fitur kamera ini juga masih tetap berfungsi baik meski terpapar suhu ekstrem hingga -10°C.

Bodinya terbuat dari magnesium alloy

Bodi Panasoic Lumix DC-S1 terbuat dari magnesium alloy

DC-S1 memiliki electronic viewfinder (EVF) beresolusi tertinggi yang pernah diproduksi hingga saat ini. Dengan panel OLED 5.76M-dot, Lumix DC-S1 mampu meningkatkan resolusi linear hingga 25%, jauh mengungguli para pesaingnya yang masih berkutat di angka 3,69M-dot. Kamera ini juga dilengkapi LCD layar sentuh 2,1 juta titik dengan desain berengsel ganda yang pertama kali kita lihat pada X-T2 Fujifilm. Ia dapat dimiringkan sesuai keinginan, baik pada orientasi landscape maupun portrait.

Kualitas Fotografi

Pada ISO standar, Lumix DC-S1 mampu menangkap fokus dengan sangat baik. Detailnya jauh lebih baik dibanding kamera 24 MP lain pada umumnya. Sayangnya, Lumix DC-S1 tidak menggunakan fitur anti-aliasing sehingga beberapa warna terlihat palsu, tidak seperti Z6 dan EOS R yang memakai fitur tersebut. Sekalipun demikian, detail gambar boleh disebut mengagumkan.

Saat ISO ditingkatkan, kamera ini menghasilkan noise yang mirip dengan a7 III dan Z6, namun tetap lebih baik dibanding EOS R. Semakin tinggi ISO-nya, kualitas gambar yang dihasilkan DC-S1 tetap tidak kalah dengan rekan-rekannya di sensor 24 MP, bahkan, boleh dibilang pencahayaannya yang paling bagus di antara yang lain. Ketika diuji dengan mode resolusi tinggi, Lumix DC-S1 ini mampu membuat gambar yang betul-betul mengesankan. Mode ini dapat menciptakan file beresolusi 96 MP dengan menggeser sensor sebanyak delapan kali.

Kualitas Fotografi

Kualitas Fotografi Panasoic Lumix DC-S1 mampu menangkap fokus dengan sangat baik

Format JPEG yang dihasilkan kamera ini menggunakan warna Panasonic JPEG terbaru. Warna merah terlihat dalam dan tak mencolok, kurang lebih mendekati warna JPEG milik Canon. Warna kuningnya yang dulu terlihat menyerupai hijau juga sudah tidak ditemukan lagi.

Lumix DC-S1 juga menawarkan serangkaian fitur yang telah dikembangkan Panasonic selama dekade pembuatan kamera Micro Four Thirds. Ini termasuk mode 6K dan 4K Photo yang pada dasarnya membuatnya mudah untuk mengambil gambar beresolusi tinggi dari stream video kamera.

Mode 6K Photo menciptakan urutan gambar 18MP, baik dalam rasio aspek 4: 3 atau 3: 2 pada 30 fps. Sementara itu, mode 4K Photo memungkinkan Anda mengambil gambar 4: 3, 3: 2, 16: 9 atau 1: 1 sekitar 8MP pada 60 atau 30 fps, dari daerah sensor berukuran APS-C. Ukuran output gambar kamera ini adalah 5184 x 3456 untuk foto 6K, 3504 x 2336 untuk 4K H 60 fps dan 4K 30 fps.

Secara umum, Panasonic Lumix DC-S1 menawarkan pengalaman fotografi dengan hasil yang cukup mantap. Kamera ini cocok digunakan oleh mereka yang memiliki passion dalam fotografi dan ingin menekuni serta meningkatkan kualitas proses dan hasilnya.

Berapa harga Panasonic Lumix DC-S1?

Lumix DC-S1 dibanderol dengan harga sedikit lebih tinggi dibanding kamera besutan Sony dan Nikon yang sama-sama di kelas 24 MP. Saat dirilis, Lumix DC-S1 dijual senilai USD 2.499 atau sekitar Rp 35,3 juta. Bersamaan dengan DC-S1, Panasonic juga melepas tiga lensa L yakni 50mm F1.4, 24-105mm F4 dan 70-200mm F4, yang masing-masing dihargai Rp 32,5 juta, Rp 18,3 juta, dan Rp 24 juta. Lumix DC-S1 juga cocok dipasangkan dengan lensa Leica SL yang harganya bervariasi dari Rp 67 juta hingga Rp 88 juta.

Bagaimana, tertarik memilikinya?

Review Panasonic Lumix DC-S1, Kamera Mirrorless dengan Teknologi DFD | Rafli Fadila Halim | 4.8
Loading...
data-matched-content-ui-type="image_sidebyside" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"

Leave a Reply