Perbedaan APS-C dan Full-Frame Review Kamera Terbaru Terbaik Dan Murah - KameraDigital.Co.id
KameraDigital.Co.id

Perbedaan APS-C dan Full-Frame

Wednesday, May 27th, 2020 | Kamera digital, Kamera DSLR, Lensa, Versus

KameraDigital.Co.Id, Perbedaan APS-C dan Full-Frame – Kamu yang mempunyai hobi fotografi atau yang berprofesi sebagai fotografer, tentu Kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah APS-C dan full-frame.

Tapi ternyata masih ada juga fotografer newbie alias pemula yang belum tahu persis mengenai APS-C dan full-frame. Untuk itu pada artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan APS-C dan full-frame yang dirangkum secara khusus untuk yang memerlukan informasinya. Berikut ini adalah informasi selengkapnya.

Inilah Perbedaan APS-C dan Full-Frame

Perbedaan APS-C dan Full-Frame dari Segi Fungsi

Pertama-tama, kita perlu mengetahui bahwa baik APS-C maupun full-frame adalah sistem operasi yang digunakan pada sebuah kamera digital. Tapi perbedaan APS-C dan full-frame tetaplah terlihat kontras walaupun sekilas tidak terdeteksi.

Salah satunya dari segi fungsi. Kamera yang menggunakan sistem operasi full frame, memiliki kualitas hasil foto yang lebih baik daripada kamera lain yang menggunakan sistem operasi APS-C.

Hal ini terjadi karena kamera yang menggunakan sistem operasi full frame memiliki fitur-fitur penunjang dalam pengambilan gambar seperti dynamic range, noise, detail dan hal-hal teknis lainnya.

Pada kamera yang menggunakan sistem APS-C, fitur-fitur penunjang untuk menghasilkan gambar, tentulah lebih sedikit daripada kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame.

Perbedaan APS-C dan Full-Frame

Perbedaan Kualitas Hasil Foto APS-C versus Full Frame (https://www.slrlounge.com)

Jadi, jika Kamu lebih mengutamakan kualitas gambar pada kamera, sebaiknya Kamu pilih kamera dengan sistem operasi full-frame.

Selain itu kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame juga cocok untuk lensa lebar seperti lensa wide 18 mm karena kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame tidak akan mengalami crop lensa (kelebihan ini tidak akan Kamu temukan di kamera yang memakai sistem operasi APS-C).

Kamera yang menggunakan operation system full-frame juga memiliki efek blur yang lebih bokeh. Efek blur yang dihasilkan oleh kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame sangatlah elegan karena pada bagian yang di blur walaupun terlihat samar-samar namun masih tetap jelas terlihat. Tapi kejelasannya tidak sejelas dengan bagian gambar yang tidak di blur.

Kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C, pastinya juga bisa menggunakan efek blur. tapi hasil efek blur nya tidak se bokeh dengan efek blur yang dimiliki oleh kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame.

Namun sensor pada kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame, harganya lebih mahal ditimbangan dengan sensor pada kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C. Kamu bisa membeli sensor kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame dengan harga mulai dari 14 juta.

Dan kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame butuh lensa dengan diameter yang lebih besar. Itulah yang membuat harga lensa pada kamera yang menggunakan sistem operasi full frame jauh lebih mahal daripada kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C.

Perbedaan APS-C dan Full-Frame

Kamera APS-C versus Full-Frame (youtube)

Tapi jika Kamu menggunakan kamera dengan sistem operasi APS-C, bukan berarti tidak ada keuntungan yang didapat. Kamera dengan sistem operasi APS-C juga mempunyai banyak keuntungan untuk para penggunanya. Seperti harga sensor yang lebih murah, sensor kamera APS-C bisa didapat dengan harga mulai dari 4 jutaan (berbanding sangat jauh dengan kamera yang menggunakan sistem operasi full frame yang minimal harga sensor nya sekitar 14 juta).

Kemudian, kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C, bisa menggunakan lensa untukĀ  APS-C maupun lensa yang digunakan untuk full- frame. Unik, karena kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C bisa kompatibel dengan segala macam jenis lensa.

Walaupun hasil foto tidak sebaik kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame, kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C tetap bisa menghasilkan gambar yang cukup baik bahkan untuk kebutuhan profesional sekalipun. Crop lensa yang ada pada kamera yang menggunakan sistem operasi APS-C ini juga membantu untuk jangkauan telephoto.

Seperti lensa 200mm yang seakan-akan jadi 300mm jika di crop 1,5 x. Jadi, keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing bukan?

Perbedaan APS-C dan Full-Frame dari Segi Pengguna

Analogi yang tepat untuk mengetahui perbedaan APS-C dan Full-Frame adalah “kamera ibarat sebuah mobil atau kendaraan” yang memiliki fungsi masing-masing untuk kebutuhan masing-masing pengguna. Seperti mobil truk untuk mengangkat benda-benda berat, mobil bus untuk menampung penumpang dengan jumlah yang banyak, dan mobil pribadi untuk menampung penumpang lebih sedikit.

Masing-masing tampilannya pun berbeda. Begitupun dengan kamera. Kamera yang memiliki sistem operasi APS-C punya fungsi, tampilan, serta pengguna nya sendiri. Pada umumnya pengguna kamera yang memiliki sistem operasi APS-C adalah para fotografer newbie maupun profesional yang masih senang dengan kualitas lama.

Walaupun, dengan bantuan aplikasi laptop maupun handphone hasil gambarnya bisa seperti jepretan kamera dengan kualitas baru. Lalu pengguna kamera dengan sistem operasi full-frame, pada umumnya adalah para fotografer profesional yang mengedepankan estetika pada hasil gambar. Harga bukanlah masalah bagi mereka.

Karena kepuasan pada saat mengambil gambar tidaklah bisa dibeli dengan harga. Menurut mereka. Jika Kamu mengaku sebagai newbie fotografer, alangkah baiknya Kamu pake kamera dengan sistem operasi APS-C terlebih dahulu. Jika sudah menguasainya, baru pindah ke kamera yang menggunakan sistem operasi full-frame.

Namun jika jam terbang Kamu sebagai fotografer sudah mumpuni, Kamu boleh bebas memilih kamera dengan sistem operasi APS-C atau full-frame, sesuaikan dengan kebutuhan Kamu.

Begini Kata Para Fotografer

Para fotografer profesional seringkali memberi ulasan pada seminar-seminar ataupun melalui website pribadi mereka mengenai perbedaan APS-C dan full-frame.

Beberapa di antara fotografer profesional tersebut ada yang mengulas bahwa kamera full-frame bisa memberikan kesan pertama yang membekas di ingatan para fotografer newbie yang ingin menjadikan fotografer sebagai profesi tetap mereka.

Seringkali fotografer newbie tidak percaya pada hasil jepretan mereka yang menggunakan kamera dengan sistem operasi full-frame. Mereka kagum dengan hasil jepretan mereka sendiri. Dan, lucunya mereka tidak mempercayainya kalau hasil gambar tersebut adalah jepretan mereka sendiri.

Namun sebagian dari para fotografer profesional lainnya mengatakan bahwa baik APS-C maupun full-frame adalah sistem operasi kamera yang tetap layak digunakan para fotografer profesional. Masing-masing dari sistem operasi kamera tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal di sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Kamu bisa mendapatkan kedua sistem operasi kamera tersebut pada kamera dengan merk Canon, Nikon, Sony, Samsung, dan Fuji.

Yang jelas menurut para fotografer profesional, jika Kamu ingin membeli sebuah kamera, janganlah membeli kamera yang Kamu inginkan tapi beli lah kamera yang Kamu butuhkan.

Nah seperti itulah pembahasan mengenai perbedaan APS-C dan full-frame yang bisa jadi rekomendasi bagi Kamu jika ingin membeli sebuah kamera. Apakah kamera dengan sistem operasi APS-C, ataukah kamera dengan sistem operasi full-frame yang Kamu pilih? Pilihannya ada pada diri Kamu sendiri. Tentunya juga disesuaikan dengan kondisi budget Kamu.

Jangan lupa share informasi ini pada teman-teman fotografer yang lainnya karena siapa tahu mereka juga butuh informasi ini. Semoga informasi ini bermanfaat, selamat memilih dan membeli kamera.

Tag :

perbedaan kamera aps-c dan full frame,fujifilm murah tapi hasil bokeh,plus minus aps c dan full frame
Perbedaan APS-C dan Full-Frame | Rafli Fadila Halim | 4.8
Loading...
data-matched-content-ui-type="image_sidebyside" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"

Leave a Reply